• SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

Mobile Menu

WHATSAPP

Konsultasi Gratis Sekarang!

HUBUNGI

  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
  • Menu
  • Skip to right header navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

Before Header

Layanan Konsultasi:    Hubungi

  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Rekkaa

Konsultan Bisnis Manajemen

  • SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

PENTINGNYA EMPLOYEE ENGAGEMENT

Beranda » Artikel » PENTINGNYA EMPLOYEE ENGAGEMENT

Pentingnya employee engagement - Rekkaa Artikel Banner
Pentingnya employee engagement - Rekkaa Artikel Banner

Juli 2, 2024 //  by admin

Bagikan artikel

Employee engagement adalah usaha yang dilakukan perusahaan guna memahami hubungan antara organisasi dengan karyawannya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Konsep employee engagement ini awalnya dipopulerkan oleh Gallup Consultant pada 2004 dan terus diadopsi prinsipnya hingga saat ini. 

Meski serupa, employee engagement tidak sama dengan kebahagiaan dalam bekerja (employee happiness). Menurut Kevin Kruse seperti dikutip Forbes “Ada banyak karyawan yang merasa bahagia bekerja pada suatu perusahaan, namun tidak engaged dengan visi misi perusahaan serta tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, kebahagiaan karyawan penting, namun membuat karyawan engage juga penting terhadap kenyamanan kerja karyawan bekerja di suatu perusahaan”

Employee engagement pun dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sudut pandang perusahaan serta karyawan.

Dari sudut pandang perusahaan, employee engagement melihat bagaimana seorang karyawan dapat loyal dalam bekerja. Tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas yang diberikan, namun juga dapat menyelesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, serta mereka pun dapat merasa bangga akan pekerjaan mereka. 

Tujuan akhir yang diharapkan perusahaan, jika karyawan dapat engaged dengan baik, adalah untuk meningkatkan produktivitas mereka, serta mempertahankan mereka di perusahaan atau menurunkan tingkat turnover rate.

Sedangkan dari sudut pandang karyawan, employee engagement membuat karyawan menyadari perannya dalam perusahaan, sehingga mereka dapat terus merasa bersemangat dalam pekerjaannya. Karyawan jadi memiliki rasa bahwa mereka memberikan kontribusi bagi tujuan kolektif perusahaan.

STRATEGI MENINGKATKAN EMPLOYEE ENGAGEMENT  

Dalam menyusun dan mengimplementasikan employee engagement, penting bagi perusahaan untuk tidak sekedar mengetahui apa itu employee engagement, namun juga memetakan posisi karyawan di beragam tingkatan employee engagement. Berikut adalah berbagai macam tipe karyawan yang dapat diukur dari tingkat engagement mereka dengan perusahaan.

TIDAK ENGAGED 

Karyawan yang berada di kategori ini sedikit lebih baik dari kategori pertama, namun mereka masih tergolong tidak memiliki motivasi untuk mengembangkan diri. Meski demikian, mereka sudah terlihat berbaur dengan lingkungan kerja dan melakukan pekerjaan dengan inisiatif, meski hanya menyelesaikan dalam batas wajar.

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah memberikan rasa aman kepada karyawan. Caranya, misalnya dengan menjanjikan pekerjaan dalam rentang waktu yang lebih panjang atau mengubah status karyawan menjadi pekerja tetap. Jika mereka sudah menjadi pekerja tetap, pastikan benefit lain terpenuhi, seperti asuransi kesehatan dan sekuritas lainnya.

HAMPIR ENGAGED

Ciri-ciri karyawan di kategori ini adalah mereka yang melakukan tugasnya dengan baik, tidak hanya ala kadarnya. Mereka juga terlihat sudah nyaman bekerja di lingkungan perusahaan, namun mereka belum terlalu terdorong untuk melakukan lebih dan terus mengusahakan perkembangan diri.

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah mencoba menumbuhkan rasa sense of belonging dengan melibatkan karyawan dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Berikan kesempatan untuk berbicara dengan para manajemen sehingga karyawan ini dapat melihat visi, misi, dan nilai perusahaan secara lebih jelas dan dalam kasus nyata. 

ENGAGED

Karyawan tipe ini sudah tahu apa saja yang menjadi tanggung jawabnya dan berani untuk terus memaksimalkan kemampuannya. Mereka menyadari bahwa kehadirannya penting di dalam perusahaan, sehingga mereka selalu termotivasi untuk melakukan yang terbaik, terlepas apapun jawabannya. 

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah memfasilitasi mereka dengan beragam bentuk pelatihan serta pengembangan.

SANGAT ENGAGED 

Tidak hanya menyelesaikan pekerjaan mereka secara tepat waktu dan baik, karyawan tipe ini mencintai pekerjaan dan apa yang ia lakukan di dalam perusahaan. Anda dapat menjadikan karyawan yang berada di tipe ini sebagai contoh dan inspirasi bagi karyawan yang belum terlalu engaged agar dapat mencapai tingkat ini.

Tindakan yang dapat diambil perusahaan bagi karyawan yang berada di tipe ini adalah menjanjikan promosi sehingga engagement-nya terhadap perusahaan semakin terdukung dan terus terjalin.

CARA MENGUKUR EMPLOYEE ENGAGEMENT

Untuk mengukur employee engagement, dapat menggunakan The Gallup Q12 Index.

Indeks pengukuran ini berdasarkan studi sepanjang lebih dari 30 tahun dengan lebih dari 17 juta karyawan sebagai subyek penelitian. Kemudian, lahirlah 12 elemen utama atau yang disebut sebagai Q12.

Identifikasi tingkat employee engagement karyawan Anda dengan 12 pertanyaan ini, yang dapat dijawab dalam skala 1 (sangat tidak setuju) hingga skala 5 (sangat setuju).

  1. Apa Anda mengetahui apa yang perusahaan harapkan dari Anda?
  2. Apakah Anda memiliki semua material dan peralatan untuk Anda bekerja secara maksimal?
  3. Apa Anda memiliki kesempatan untuk melakukan yang  terbaik dalam pekerjaan Anda setiap harinya?
  4. Dalam rentang waktu 7 hari terakhir, apakah Anda telah menerima pujian dan/atau penghargaan dari rekan kerja Anda?
  5. Apa atasan dan rekan kerja Anda peduli kepada Anda secara personal?
  6. Apakah ada sosok di lingkungan kerja yang mendukung perkembangan diri Anda?
  7. Apa dalam pekerjaan, opini Anda diperhitungkan?
  8. Apakah visi atau misi perusahaan Anda membuat Anda merasa pekerjaan Anda penting?
  9. Apakah rekan sesama karyawan berkomitmen untuk menghasilkan kerja yang berkualitas?
  10. Apa Anda memiliki sahabat baik dalam lingkungan kerja?
  11. Dalam 6 bulan terakhir, apakah ada seseorang yang menyampaikan kemajuan Anda dalam pekerjaan?
  12. Dalam 1 tahun terakhir, apakah Anda merasa memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh?

Dari ke-12 pertanyaan tersebut

  • 6 pertanyaan pertama meliputi kebutuhan dasar serta dukungan dari manajemen yang dibutuhkan karyawan. Hal-hal ini akan berdampak pada kepuasan, performa, serta retensi.
  • 6 pertanyaan selanjutnya menggambarkan kerja tim yang terjalin menurut karyawan dan pertumbuhan karyawan dalam perusahaan tersebut.

Berikut cara menghitung hasil dari index Gallup:

Angka skala yang dipilih karyawan untuk pertanyaan no 1 dan 2, 11 dan 12 dikalikan dengan 2, kemudian dijumlahkan dengan angka skala yang dipilih karyawan di pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Identifikasikan posisi karyawan dari hasil akhir penjumlahan:

  • 65 – 80 mengindikasikan karyawan sangat engaged
  • 33 – 64 mengindikasikan karyawan engaged
  • 16 – 32 mengindikasikan karyawan actively disengaged

KESIMPULAN

Employee engagement adalah salah satu faktor yang penting Anda perhatikan demi menjaga kestabilan kesuksesan perusahaan. Apa itu employee engagement dan mengapa demikian? Tidak dapat dipungkiri, di balik kesuksesan perusahaan Anda, ada kinerja para karyawan yang berdedikasi di baliknya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha-usaha untuk “mengikat” karyawan, salah satunya dengan employee engagement.  

Jika anda mengalami kesulitan dalam mengatur Employee Engagement pada Perusahaan, anda dapat menggunakan Jasa Profesional seperti kami. Silahkan hubungi team Rekkaa untuk selanjutnya. 

Kategori: Artikel, PayrollTag: Employee Engagement, HRD, Human Resourced Department, Human Resources, Payroll, Rekkaa payroll, STRATEGI MENINGKATKAN EMPLOYEE ENGAGEMENT

Anda tertarik?

Hubungi kami untuk konsultasi

Whatsapp Konsultan

You May Also Be Interested In:

Kapan Bisnis Membutuhkan Jasa Konsultan Pajak? Tanda-Tanda Risiko yang Sering Diabaikan

Denda Pajak Perusahaan: Jenis Sanksi, Penyebab, dan Risiko Besar yang Sering Diremehkan oleh Bisnis

Pajak Influencer di Indonesia: Cara Perhitungan, Kompleksitas Aturan, dan Risiko Kesalahan yang Sering Terjadi

Cara Lapor Pajak Perusahaan: Proses Kompleks yang Sering Diremehkan dan Berisiko Tinggi

Pajak UMKM Berapa Persen? Penjelasan Lengkap Tarif Pajak UMKM, Aturan, dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Cara Menghitung Pajak UMKM: Panduan Lengkap Perhitungan, Contoh Nyata, dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Pentingnya Database Karyawan - Artikel Banner Rekkaa

PENTINGNYA DATABASE KARYAWAN BAGI PERUSAHAAN 

Manfaat Slip Gaji - Artikel Banner Rekkaa

MANFAAT SLIP GAJI BAGI KARYAWAN

MASALAH KEUANGAN UMKM - Artikel Banner Rekkaa

MASALAH KEUANGAN UMKM YANG SERING TERJADI, APA SOLUSINYA?

Previous Post: «Perbedaan pajak pusat dan pajak daerah - Rekkaa Artikel Banner PERBEDAAN PAJAK PUSAT DAN PAJAK DAERAH
Next Post: PUNYA USAHA RESTORAN KECIL-KECILAN? PENTINGKAH MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN RESTORAN? PENTINGNYA MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN RESTORAN - Artikel banner Rekkaa»

Sidebar Utama

Artikel Terbaru

Laporan keuangan sederhana bagi UMKM dan perpajakan UMKM

LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PERPAJAKAN BAGI UMKM 

Pendahuluan Laporan keuangan sederhana untuk UMKM adalah …

Sanksi atau konsekuensi tidak mengikuti program pengungkapan sukarela atau tax amnesty

Sanksi atau Konsekuensi Tidak Mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS / Tax Amnesty Jilid II)

Apa sanksi atau konsekuensi jika tidak mengikuti Program …

Fungsi dan Manfaat Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Manfaat dan Fungsi Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Kita perlu mengetahui untuk membuat laporan keuangan Anda tidak …

Kiat-kiat Dalam Penyusunan SPT Tahunan Badan

PENDAHULUAN Tanggal 31 April 2022 adalah batas akhir …

Kapan Bisnis Membutuhkan Jasa Konsultan Pajak? Tanda-Tanda Risiko yang Sering Diabaikan

Pendahuluan “Apakah saya sudah perlu menggunakan jasa …

Denda Pajak Perusahaan: Jenis Sanksi, Penyebab, dan Risiko Besar yang Sering Diremehkan oleh Bisnis

Pendahuluan Banyak perusahaan menganggap denda pajak …

Pajak Influencer di Indonesia: Cara Perhitungan, Kompleksitas Aturan, dan Risiko Kesalahan yang Sering Terjadi

Pengertian Pajak Influencer Seiring berkembangnya industri …

Cara Lapor Pajak Perusahaan: Proses Kompleks yang Sering Diremehkan dan Berisiko Tinggi

Pendahuluan: Kenapa Pelaporan Pajak Tidak Sesederhana yang …

Pajak UMKM Berapa Persen? Penjelasan Lengkap Tarif Pajak UMKM, Aturan, dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Kenapa Banyak UMKM Salah Memahami Pajak? Salah satu …

Footer

Adalah layanan jasa profesional di bidang Akuntansi, Perpajakan, dan Payroll untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga skala besar, maupun perorangan. 

Services

  • Tax
  • Accounting
  • Payroll
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Informasi

  • Artikel
  • Events
  • Karir
  • FAQ

Kantor


PT RUHIKA FUSTA NUSANTARA

hello@rekkaa.com
+62 815 990 1111

Menara 165, 4th Floor
Jl. TB Simatupang Kav 1 RT/RW 009/003
Pasar Minggu
Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Site Footer

Rekkaa Made with

© 2021–2026