Bagaimana cara menghitung rencana pengeluaran liburan?
Harga penerbangan selalu berubah-ubah ketika akan liburan. Plus, terkadang ada biaya liburan tak terduga seperti penerbangan delayed, anggaran liburan paket travel yang tidak mencakup semua seperti yang Anda bayangkan. Belum lagi memberikan tip yang akan selalu ada di sepanjang momen traveling.
Tapi kalau kita hitung-hitung, kira-kira berapa banyak pengeluaran sih yang menjadi terlalu besar untuk Anda?
Cari tahu apa yang Anda mampu.
Salah satu cara untuk membantu menentukan anggara untuk liburan adalah dengan mengikuti aturan 50/30/20, kata Eric Simonson, pakar perencana keuangan. Dalam aturan ini, biaya tetap seperti cicilan KPR, listrik, dan makanan, akan termasuk dalam porsi 50% dari gaji Anda. 30% untuk pembelanjaan tidak penting atau hiburan; dan 20% untuk tabungan. Rekka juga pernah menulis mengenai proporsi ini dan bisa di cek untuk selengkapnya di artikel berikut https://bit.ly/RekkaaAnggaranRumah.
Traveling termasuk dalam 30% anggaran hiburan. Jika traveling merupakan prioritas tinggi, Anda mungkin merasa hal itu bersaing dengan pengeluaran untuk hiburan lainnya seperti untuk makan di restoran, konser, belanja, atau clubbing. Tetapi jika pengeluaran Anda sedikit dari masing-masing hiburan tersebut, Anda dapat menyisihkan jumlah yang lumayan besar untuk liburan. Tapi Anda harus memastikan lagi minat Anda dalam traveling tidak mengganggu prioritas keuangan Anda.
Jangan menempatkan prioritas yang tidak terlalu penting yang dapat menimbulkan resiko untuk keuangan Anda. Termasuk biaya tetap atau pengeluaran pasti seperti melunasi hutang saat ini, dana pensiun, dan pastikan dana darurat juga tersedia. Selama Anda tidak membahayakan anggaran-anggaran penting seperti yang Rekkaa baru sebutkan, Anda bisa menghabiskan uang Anda untuk apa yang membuat Anda bahagia.
Baca juga: Berapa Seharusnya Porsi Pengeluaran Bulanan Untuk Cicilan Rumah?
Jangan mengandalkan kartu kredit untuk membayar liburan Anda.
Jangan pernah menghabiskan lebih dari yang Anda miliki di bank untuk liburan. Kata-kata tersebut kedengarannya memang seperti kata-kata normal dan biasa saja, tetapi sebenarnya banyak keluarga yang memasukkan biaya traveling yang sebenarnya mereka tidak mampu pada kartu kredit mereka. Kemudian mereka masih harus terus melunasinya sampai setahun kemudian. Hal tersebut bisa menambah jutaan ke biaya akhir liburan karena beban bunga. Yang terbaik adalah menganggarkan sepanjang tahun setiap bulan dengan menghemat porsi dari anggaran bulanan untuk digunakan sebagai anggaran traveling.
Misalnya, menyisihkan 10% gaji per bulan, jika gaji Anda sebesar Rp. 10 juta per bulan, Anda dapat menyisihkan anggaran liburan Rp. 1 juta setiap bulan. Dalam rekening tabungan traveling selama setahun, Anda akan memiliki uang Rp 12 juta. Dengan Rp 12 juta, tanpa harus berhutang/mengambil dari cadangan tunai, Anda sudah bisa membeli paket liburan 8 malam ke Eropa. Tidak percaya? Anda bisa coba mencari paket liburan ke Turki, contohnya. Jika Anda menggunakan kartu kredit saat bepergian, Anda juga harus memperhatikan biaya tambahan pada beberapa kartu. Contohnya seperti, biaya transaksi luar negeri (biasanya 3%) yang dapat dikenakan pada pembelian yang Anda lakukan di luar negeri.
Jika Anda tidak memiliki uang untuk membayar liburan, sebaiknya Anda harus menunda rencana traveling Anda atau menyesuaikan dengan keuangan Anda.
Bagaimana jika sudah terlanjur memakai kartu kredit untuk rencana traveling?
Perhatikan bonus-bonus promo/diskon dalam kartu kredit Anda.
Kartu kredit biasanya memberikan banyak promo diskon traveling, salah satunya promo poin yang dapat kita gunakan untuk memesan hotel dan tiket pesawat. Mengumpulkan poin perjalanan adalah cara yang bagus untuk mengimbangi biaya perjalanan jika biaya kartu kredit adalah pembelian yang sudah Anda lakukan dan itu adalah jumlah yang dapat Anda bayar di akhir bulan. Bila menggunakan kartu kredit secara bertanggung jawab, poin kartu kredit bisa sangat membantu. Tetapi jangan sampai tergoda, karena biasanya mudah sekali bagi kita dalam menggunakan kartu kredit tanpa berpikir dua kali dan sering menyebabkan peningkatan pengeluaran yang sebenarnya kita tidak mampu menanggungnya. Walau kita menggunakan promo kartu kredit untuk membayar tiket pesawat atau memesan beberapa malam di hotel, tapi biasanya kita menggunakannya melebihi dari promo yang diberikan.
Pastikan biaya traveling Anda.
Memang lebih mudah untuk melihat pengeluaran apa yang sebenarnya tidak perlu dan bisa Anda buang karena tidak terlalu penting ketika ketika uang Anda sudah habis setelah liburan, tetapi Anda baru akan menyesalinya di akhir. Maka dari itu, merencanakan traveling tanpa anggaran adalah hal yang tidak baik, karena akan berdampak buruk untuk situasi keuangan Anda nantinya. Namun, banyak orang tidak tahu berapa banyak yang mereka rencanakan untuk dihabiskan untuk liburan.
Ketahui seberapa kemampuan kita dan bersikaplah fleksibel jika Anda tidak dapat membayarnya sekarang. Jika Anda tidak mampu membayar liburan impian Anda, ada cara untuk menguranginya, misalnya Anda bisa memperpendek hari liburan Anda. Tidak perlu kurangi kualitas liburan Anda. Lebih baik kurangi kuantitas. Jika awalnya rencana Anda ingin pergi selama dua minggu, Anda bisa menguranginya menjadi 8 hari. Jadi Anda tidak mengurangi pengalaman Anda.


Gaji Rp. 4,5 juta Diperbolehkan untuk tidak lapor SPT Tahunan?
