• SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

Mobile Menu

WHATSAPP

Konsultasi Gratis Sekarang!

HUBUNGI

  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
  • Menu
  • Skip to right header navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

Before Header

Layanan Konsultasi:    Hubungi

  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Rekkaa

Konsultan Bisnis Manajemen

  • SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

Berapa Seharusnya Porsi Pengeluaran Bulanan Untuk Cicilan Rumah?

Beranda » Artikel » Berapa Seharusnya Porsi Pengeluaran Bulanan Untuk Cicilan Rumah?

Berapa persentase gaji yang baik untuk biaya cicilan rumah?
Berapa persentase gaji yang baik untuk cicilan rumah? Rekkaa Artikel

Maret 4, 2022 //  by admin

Bagikan artikel

Aturan pertama memiliki/menyewa rumah: jangan paksakan cicilan rumah yang tidak sesuai dengan kemampuan Anda.

Jika Anda melanggar aturan ini, dapat berdampak serius pada keuangan Anda.

Jadi, berapa persentase gaji yang harus digunakan untuk menyewa/cicilan rumah?

Gunakan Aturan 30%

Aturan 30% adalah aturan standar yang populer untuk menganggarkan biaya sewa/cicilan KPR. Dengan aturan ini Anda menghabiskan maksimal 30% dari gaji Anda untuk sewa/cicilan KPR Anda. Ini sudah menjadi aturan praktis sejak lama, ketika beberapa pakar keuangan dan pemerintah menemukan banyak orang yang menghabiskan lebih dari 30% gaji mereka untuk tempat tinggal.

Tentunya masing-masing orang memiliki situasi dan kondisi keuangan dan pengeluaran yang berbeda-beda. Ada sebagian orang yang hanya memiliki pengeluaran bulanan untuk dirinya saja. Ada juga yang memiliki pengeluaran bukan hanya untuk dirinya, tapi juga menanggung istri dan anak, dan banyak juga dari kita yang menjadi sandwich generation, terlebih untuk orang Indonesia, sangat umum jika kita juga menanggung biaya hidup orang tua maupun mertua. Maka dari itu, sebaiknya Anda menganggarkan untuk sewa/cicilan KPR di bawah 30% dari gaji Anda.

Aturan Di bawah 30%

Aturan 30% adalah pedoman umum yang dapat diikuti oleh Anda, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan biaya dan faktor lain. Misalnya, jika Anda memiliki hutang kartu kredit atau cicilan motor/mobil untuk dilunasi, pertimbangkan untuk mencari rumah/apartemen dengan sewa/cicilan KPR di bawah 30% dari pendapatan bulanan Anda. Sehingga Anda dapat menggunakan lebih banyak pengeluaran penting bulanan lainnya atau untuk menabung untuk bisa melunasi lebih cepat hutang Anda.

Mengapa Anda sebaiknya tidak menghabiskan lebih dari 30% pendapatan Anda untuk sewa/cicilan KPR?

Jika Anda harus menghabiskan lebih dari 30% per bulan gaji untuk sewa/cicilan KPR, uang yang tersisa akan kurang untuk tagihan dan pengeluaran penting lainnya. Sehingga Anda akan lebih sulit untuk menabung. Pastikan pembayaran sewa bulanan /cicilan KPR Anda tidak membebani Anda untuk melunasi hutang atau pinjaman lainnya. Sewa Anda seharusnya tidak menyebabkan Anda terpuruk semakin dalam karena hutang.

Jadi berapa seharusnya saya anggarkan gaji saya untuk sewa bulanan/cicilan KPR?

Rekkaa akan memberikan contoh dengan minimum gaji persyaratan untuk perumahan subsidi:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan KPR subsidi kepada golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan gaji di bawah Rp 8 juta per bulan. Syarat dari pengajuan KPR tersebut adalah gaji minimal KPR subsidi tidak melebihi Rp 7 juta untuk rumah susun (apartemen) dan Rp 4 juta untuk rumah tapak.

Baca juga: Apartemen vs Rumah: Investasi Properti Mana Yang Lebih Baik?

Jika menurut Anda Aturan 30% tidak tepat untuk Anda

Aturan 30% tidak selalu sesuai dengan anggaran Anda. Ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda menolak menerapkan Aturan 30% ini untuk Anda.

Coba aturan 50/30/20

Aturan 50/30/20 adalah metode populer untuk diikuti saat menentukan pengeluaran Anda dalam anggaran bulanan Anda.

– 50% gaji untuk pengeluaran penting.

– 30% gaji untuk pengeluaran tidak penting.

– 20% gaji untuk menabung.

Berikut penjelasan lengkap dari proporsi pembagian di atas:

Aturannya mengharuskan pengeluaran 50% dari gaji bulanan Anda untuk pengeluaran penting seperti sewa/cicilan KPR, tagihan bulanan seperti tagihan listrik, biaya anak sekolah, dan belanja bulanan. Selain itu jika Anda salah satu orang yang juga menanggung orang tua, 50% dari gaji juga termasuk untuk memberikan uang biaya bulanan orang tua Anda. Lalu Anda bisa menghabiskan 30% gaji Anda untuk pengeluaran yang tidak penting seperti untuk jalan-jalan keluarga atau pergi makan di restoran. Terakhir dan juga tak kalah penting, Anda bisa memasukkan 20% sisa gaji Anda untuk menabung. Jika sewa/cicilan KPR Anda mencapai di atas 30% dari gaji Anda, Anda bisa mengurangi pengeluaran tagihan bulanan Anda atau pengeluaran tidak penting Anda. Dengan begitu Anda bisa menyisihkan gaji Anda untuk tabungan.

Bagaimana proporsi rasio dari 50% pengeluaran penting bulanan?

Sebenarnya tidak ada hitungan pasti untuk pembagian ini karena seperti yang Rekkaa sudah sebutkan di atas. Masing-masing dari kita memiliki situasi dan kondisi keuangan dan pengeluaran yang berbeda-beda. Tapi jika Rekkaa bisa memberikan contoh perhitungan, mungkin ini bisa dijadikan acuan dan bisa disesuaikan kembali kepada kemampuan keuangan dan pengeluaran Anda masing-masing. Jika Anda memiliki cukup banyak pengeluaran seperti biaya anak sekolah, cicilan kendaraan dan juga membiayai orang tua Anda, mungkin Anda bisa mencoba menganggarkan rasio pengeluaran Anda sebagai berikut: Dari 50% gaji, Anda bisa membaginya seperti:

– 20% untuk biaya sewa/cicilan KPR. Jika gaji Anda 7 juta, cicilan KPR/sewa rumah Anda sebaiknya di angka Rp 1,4 juta.

– 10% untuk cicilan hutang lain

– 15% untuk biaya bulanan penting seperti belanja bulanan, tagihan listrik, dan biaya sekolah anak

– 5% untuk biaya tanggungan orang tua/mertua.

Perhitungannya untuk pembelian rumah seperti ini:

Jika gaji Anda 7 juta, cicilan KPR/sewa rumah Anda sebaiknya di angka Rp 1,4 juta. Pertanyaannya, apakah ada rumah dengan cicilan KPR Rp 1,4 juta? Jawabannya tentu ada, yaitu rumah subsidi dari pemerintah dengan harga berkisar Rp 150 jutaan sampai Rp 200-an juta.

Gaji Rp 7 juta per bulan, beli rumah KPR subsidi di Tangerang, Depok, atau Bogor seharga Rp 170 juta. DP 10% atau Rp 17 juta (sebaikanya DP tidak kurang dari 10% untuk lebih meringankan beban cicilan bulanan). Cicilan menggunakan alokasi 20% dari gaji atau Rp 1,4 juta per bulan.

Jika menggunakan kalkulator simulasi KPR Bank Mandiri dengan suku bunga 6.5% per tahun fixed dan tenor 10 tahun dan memiliki hutang lain 10% dari gaji, yaitu Rp 700.000,-, maka hitungannya akan sebagai berikut:

Angsuran Rp. 1.737.284, pokok hutang Rp. 153.000.000, dengan biaya-biaya kredit uang muka Rp. 17.000.000, Provisi Rp. 1.530.000, biaya administrasi Rp. 500.000, estimasi total biaya pengeluaran di depan untuk down payment sebesar: Rp. 19.030.000 (Belum termasuk biaya notaris, asuransi dan pajak (± 7% dari limit kredit)).

Maka perhitungan pengeluaran penting perbulan dengan mengambil 50% dari gaji Anda akan seperti ini:

– 20% gaji untuk cicilan rumah = Rp. 1.737.284

– 10% gaji untuk hutang lain = Rp. 700.000

– 15% gaji untuk biaya bulanan penting = Rp. 1.050.000

– 5 % gaji untuk orang tua = Rp. 350.000

Total pengeluaran penting perbulan: Rp. 3.837.284

Karena adanya bunga KPR, cicilan KPR Anda menjadi lebih sedikit, menjadi sekitar 25%. Maka dari itu, Anda bisa mengambil kelebihan 5% tersebut dari pengeluaran tidak penting seperti anggaran untuk jalan-jalan Anda dari di awal dianggarkan menjadi sekitar Rp. 1.750.000

Lalu yang terakhir adalah anggaran menabung Anda sebesar 20% dari gaji, yaitu Rp. 1.400.000

Jadi total pengeluaran Anda perbulan sebesar: Rp. 6.987.284

Bagaimana gaji bisa cukup untuk memenuhi semua kebutuhan bulanan tanpa membuat keuangan Anda Ambyar?

Hitung pinjaman dan hutang

Ketika Anda memiliki hutang yang cukup besar untuk dibayar setiap bulan, menganggarkan 25% dari gaji Anda untuk sewa/cicilan KPR mungkin masih terlalu besar. Mencari tempat tinggal yang lebih murah dapat membantu Anda membeli semua kebutuhan pokok Anda. Sebaliknya, pertimbangkan juga untuk membiasakan menerapkan program mengurangi hutang atau melunasi sebagian hutang Anda. Hal ini bertujuan untuk mengecilkan total pembayaran hutang bulanan Anda sehingga Anda dapat memasukkan lebih banyak anggaran untuk tempat tinggal.

Rapikan kebiasaan belanja Anda

Menabung adalah hal kebiasaan, Jika Anda tidak memulai merubah kebiasaan gaya hidup Anda, maka dengan gaji sebesar apapun, akan sulit bagi Anda untuk mulai mengumpulkan uang di tabungan. Jika Anda sering makan di restoran, menghabiskan uang untuk hiburan, atau bepergian, pertimbangkan bagaimana pengeluaran ini mempengaruhi anggaran bulanan Anda.

Pilih di mana area Anda tinggal

Jika Anda tinggal di daerah yang mahal seperti di tengah area perkantoran, Anda mungkin bisa menghabiskan lebih dari 30% gaji Anda hanya untuk sewa/cicilan KPR. Untuk menjaga keseimbangan dalam anggaran bulanan Anda, temukan cara untuk mengurangi pengeluaran Anda di area lain untuk hidup nyaman. Atau temukan area lain untuk ditinggali dengan harga lebih murah.

Intinya: tentukan sewa bulanan/cicilan KPR yang sesuai dengan anggaran Anda

Saat menentukan berapa banyak yang harus Anda keluarkan untuk sewa/cicilan KPR, pertimbangkan pendapatan dan pengeluaran bulanan Anda. Anda harus menghabiskan maksimal 30% dari pendapatan bulanan Anda untuk sewa/cicilan KPR, dan harus mempertimbangkan semua faktor yang terlibat dalam anggaran Anda, termasuk biaya sewa tambahan seperti asuransi penyewa atau uang jaminan awal Anda. Untuk menemukan harga sewa/harga beli rumah yang sesuai untuk Anda, cari tahu apa yang Anda mampu dan berapa banyak uang yang ingin Anda hemat. Setelah Anda menemukan harga yang tepat, Anda dapat fokus memasukkan lebih banyak uang ke rekening tabungan untuk memenuhi tujuan jangka panjang Anda.

Baca juga: Perusahaan Wajib Memberikan THR untuk Karyawan Kontrak?

Kategori: Akunting, ArtikelTag: Akuntansi, akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, anggaran bulanan, Laporan Keuangan, laporan keuangan pribadi, laporan keuangan sederhana, Pengeluaran bulanan

Anda tertarik?

Hubungi kami untuk konsultasi

Whatsapp Konsultan

You May Also Be Interested In:

Mengelola Pajak Bisnis Tidak Bisa Dilakukan Sendiri, Ketika Bisnis Bertumbuh

Bisnis Sudah Untung, Tapi Pajak Perusahaan Berantakan

Digital Accounting: Apakah Bisnis Anda Sudah Siap?

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi dan Dampaknya dalam Bisnis

Cash Flow Bisnis: Mengapa Pertumbuhan Bisnis Tidak Selalu Sejalan dengan Stabilitas Finansial

Pelaporan Pajak Perusahaan: Proses yang Terlihat Sederhana, Tapi Penuh Risiko

Mengapa Bisnis Membutuhkan Jasa Accounting Perusahaan

Financial Planning Bisnis: Cara Menyusun Perencanaan Keuangan agar Bisnis Tumbuh Terarah dan Stabil

Cash Flow Bisnis: Cara Mengelola Arus Kas agar Bisnis Tetap Stabil dan Tidak Kehabisan Uang

Previous Post: «Pengertian Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM Pengertian Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM
Next Post: Kiat-kiat Dalam Penyusunan SPT Tahunan Badan »

Sidebar Utama

Artikel Terbaru

Laporan keuangan sederhana bagi UMKM dan perpajakan UMKM

LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PERPAJAKAN BAGI UMKM 

Pendahuluan Laporan keuangan sederhana untuk UMKM adalah …

Sanksi atau konsekuensi tidak mengikuti program pengungkapan sukarela atau tax amnesty

Sanksi atau Konsekuensi Tidak Mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS / Tax Amnesty Jilid II)

Apa sanksi atau konsekuensi jika tidak mengikuti Program …

Fungsi dan Manfaat Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Manfaat dan Fungsi Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Kita perlu mengetahui untuk membuat laporan keuangan Anda tidak …

Kiat-kiat Dalam Penyusunan SPT Tahunan Badan

PENDAHULUAN Tanggal 31 April 2022 adalah batas akhir …

Mengelola Pajak Bisnis Tidak Bisa Dilakukan Sendiri, Ketika Bisnis Bertumbuh

Di tahap awal membangun bisnis, banyak hal masih terasa …

Bisnis Sudah Untung, Tapi Pajak Perusahaan Berantakan

Di banyak bisnis yang sedang berkembang, peningkatan penjualan …

Digital Accounting: Apakah Bisnis Anda Sudah Siap?

Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, digital accounting …

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi dan Dampaknya dalam Bisnis

Pendahuluan Kesalahan payroll sering terjadi dalam banyak …

Cash Flow Bisnis: Mengapa Pertumbuhan Bisnis Tidak Selalu Sejalan dengan Stabilitas Finansial

Pendahuluan Cash flow bisnis dalam bisnis, pertumbuhan …

Footer

Adalah layanan jasa profesional di bidang Akuntansi, Perpajakan, dan Payroll untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga skala besar, maupun perorangan. 

Services

  • Tax
  • Accounting
  • Payroll
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Informasi

  • Artikel
  • Events
  • Karir
  • FAQ

Kantor


PT RUHIKA FUSTA NUSANTARA

hello@rekkaa.com
+62 815 990 1111

Menara 165, 4th Floor
Jl. TB Simatupang Kav 1 RT/RW 009/003
Pasar Minggu
Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Site Footer

Rekkaa Made with

© 2021–2026