Apa saja Jenis Laporan Keuangan Pribadi:
1. Laporan arus kas pribadi (personal cash flow statement)
Laporan arus kas pribadi adalah laporan keuangan yang memuat informasi arus kas masuk dan keluar. Dengan kata lain laporan arus kas menunjukkan pemasukan dan pengeluaran Anda pada periode waktu tertentu.
- Arus kas masuk adalah apapun yang menghasilkan uang. Contohnya seperti gaji, bunga rekening tabungan, penghasilan tambahan, dividen investasi, keuntungan dari penjualan saham dan obligasi, dan hasil penjualan aset pribadi seperti rumah atau kendaraan.
- Arus kas keluar adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan seperti biaya sewa rumah, belanja bulanan, makan, tagihan listrik, biaya hiburan, dan lain-lain.
Dengan mengetahui arus kas bersih ini, maka Anda bisa memahami bagaimana keadaan finansial Anda sendiri. Dari sini maka Anda pun bisa mengatur bagaimana pengelolaan yang tepat untuk menjaga keadaan finansial tetap positif.
2. Laporan neraca keuangan pribadi (personal balance sheet)
Laporan keuangan pribadi jenis ini memberikan gambaran keseluruhan akan kekayaan yang Anda miliki pada periode waktu tertentu. Ada beberapa hal yang biasanya ada dalam laporan neraca pribadi, di antaranya:
a. Aset
Aset adalah segala sumber daya yang bernilai dan dapat dikonversi menjadi uang. Contoh beberapa jenis aset seperti:
- Kas dan setara kas. Uang tunai yang Anda miliki di dompet atau yang ada pada rekening tabungan, rekening giro, dan lainnya.
- Aset berwujud (tangible assets) artinya aset berupa objek seperti rumah, mobil, perhiasan dan lain-lain.
- Tak berwujud (intangible assets) artinya Aset non fisik seperti royalti, saham, atau obligasi.
- Aset cair (liquid assets) artinya aset berupa uang tunai atau benda yang dapat dijual dan dikonversi menjadi uang dengan cepat tanpa kehilangan nilainya. Contoh saham dan obligasi.
- Aset pendapatan tetap (fixed-income assets) artinya Investasi uang yang dipinjamkan untuk meraih bunga. Contohnya seperti sertifikat deposito, atau surat berharga.
- Aset ekuitas (equity asset) artinya Ownership interest di perusahaan seperti saham, reksadana, dan rekening pensiun.
b. Liabilities
Liabilities dapat diartikan sebagai kewajiban hutang yang harus Anda bayarkan. Contoh: Cicilan mobil, rumah, saldo kartu kredit, dan pinjaman lainnya.
c. Net Worth (Kekayaan Bersih)
Net Worth artinya nilai kekayaan yang Anda miliki dari semua aset dikurangi nilai kewajiban (hutang) yang Anda miliki.
Baca juga: Berapa banyak uang seharusnya ada di tabungan ketika umur 25 tahun dan 30 tahun?
Lalu bagaimana tips untuk membuat atau menyusun Laporan Keuangan Pribadi?
1. Spreadsheet
Buatlah spreadsheet dan bagi ke dalam beberapa bagian seperti aset, liabilitas dan arus kas. Setelah itu Anda juga bisa menambahkan bagian khusus untuk menghitung net worth atau kekayaan bersih yang kamu miliki.
2. Daftar aset dan nilainya
Buat kolom yang berisi daftar aset yang kamu miliki beserta nilainya. Misalnya rekening di bank beserta saldonya, saham dan nilainya atau properti yang Anda miliki.
3. Daftar liabilitas
Serupa dengan daftar aset, Anda dapat buat juga kolom yang berisi informasi akan kewajiban hutang yang harus dibayarkan. Misalnya saldo kartu kredit, atau pinjaman di bank.
4. Total net worth
Setelah membuat daftar aset dan liabilitas beserta nilainya, setelah itu hitunglah total dari masing-masing kategori. Misalnya setelah total nilai aset Anda bernilai Rp 40.000.000,- sementara total liabilitas bernilai Rp 10.000.000,-. Maka dari sini Anda dapat memiliki gambaran akan net worth atau kekayaan bersih yang Anda miliki.
5. Laporan arus kas
Di bagian terpisah buatlah semua aliran arus kas bulanan dalam keuangan Anda. Hitung pemasukan yang Anda miliki misalnya dari gaji atau penghasilan tambahan. Lalu tulis dan total semua pengeluaran kamu di bulan itu, misalnya pengeluaran untuk tagihan listrik, transportasi, belanja bulanan, dan lain-lain.
Total semua pemasukan dan pengeluaran, setelah itu lihat selisihnya untuk mengetahui penghasilan bersih Anda.
Semoga artikel ini bermanfaat. Silahkan hubungi tim kami jika Anda membutuhkan Jasa kami lebih lanjut mengenai Laporan Keuangan Pribadi/Rumah Tangga Anda, agar dapat terstruktur dengan baik.





Jangan Lupa! Catat Batas Waktu Lapor SPT Tahunan
