• SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

Mobile Menu

WHATSAPP

Konsultasi Gratis Sekarang!

HUBUNGI

  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
  • Menu
  • Skip to right header navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

Before Header

Layanan Konsultasi:    Hubungi

  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Rekkaa

Konsultan Bisnis Manajemen

  • SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

Tarif Lengkap dan Cara Hitung PPh Pasal 4 Ayat 2

Beranda » Artikel » Tarif Lengkap dan Cara Hitung PPh Pasal 4 Ayat 2

Tarif Lengkap dan Cara Hitung PPh Pasal 4 Ayat 2
Tarif Lengkap dan Cara Hitung PPh Pasal 4 Ayat 2

Mei 2, 2024 //  by admin

Bagikan artikel

Pengertian PPh Pasal 4 Ayat 2

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 Ayat 2 merupakan bagian dari sistem perpajakan Indonesia yang dirancang untuk memungut pajak dari beberapa jenis penghasilan tertentu dengan cara yang efisien dan sederhana.

Pajak ini dikenakan secara final, yang berarti setelah pajak ini dipotong atau dipungut, wajib pajak tidak perlu lagi menghitung pajak penghasilan terutang lainnya dari penghasilan yang telah dikenakan PPh Final ini dalam satu tahun pajak yang sama.

Konsep ‘final’ dalam konteks pajak ini mengindikasikan bahwa pengenaan pajak tersebut bersifat definitif dan tidak dapat diubah atau dituntut kembali.

Ini menciptakan kepastian hukum bagi wajib pajak karena mereka tidak perlu khawatir akan adanya kewajiban pajak tambahan yang mungkin timbul di masa depan terkait dengan penghasilan yang telah dikenakan PPh Final.

PPh Pasal 4 Ayat 2 biasanya diterapkan pada penghasilan yang sifatnya tidak reguler atau tidak teratur, sehingga sulit untuk diikutsertakan dalam penghitungan pajak penghasilan secara umum.

Dengan demikian, pemerintah menetapkan tarif pajak yang final dan tetap untuk memudahkan proses perpajakan bagi wajib pajak dan juga untuk meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan pajak.

Objek Pajak PPh Pasal 4 Ayat 2

Objek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 Ayat 2 mencakup berbagai jenis penghasilan yang dikenakan pajak dengan tarif final. Pengenaan pajak ini bertujuan untuk menyederhanakan kewajiban perpajakan bagi wajib pajak dan meningkatkan efisiensi administrasi pajak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai objek pajak yang termasuk dalam PPh Pasal 4 Ayat 2:

  • Bunga dan Diskonto dari Obligasi
    • Bunga Obligasi, Surat Utang Negara (SUN), atau Obligasi daerah yang diterima wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
    • Bunga obligasi yang diterima wajib pajak luar negeri.
    • Diskonto surat perbendaharaan negara yang diterima wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
    • Diskonto surat perbendaharaan negara yang diterima wajib pajak penduduk/berkedudukan di luar negeri
    • Bunga Obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.
    • Bunga tabungan dan diskonto yang ditempatkan di dalam negeri yang dananya bersumber selain dari Devisa Hasil Ekspor (DHE).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang IDR bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor 1 bulan).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang IDR bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor 3 bulan).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang IDR bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor 6 bulan atau lebih).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang USD bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor 1 bulan).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang USD bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor 3 bulan).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang USD bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor 6 bulan).
    • Bunga Deposito yang ditempatkan di dalam negeri (mata uang USD bersumber dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) tenor lebih dari 6 bulan).
    • Bunga deposito/tabungan yang ditempatkan di luar negeri melalui Bank yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia atau cabang Bank luar negeri di Indonesia.
    • Diskonto Sertifikat Bank Indonesia.
    • Jasa Giro.
    • Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota wajib pajak orang pribadi (bunga sampai dengan Rp240.000).
    • Bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota wajib pajak orang pribadi (bunga di atas Rp240.000).
  • Dividen
    • Dividen yang diterima/diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri
  • Hadiah
    • Hadiah undian
  • Jasa Konstruksi
    • Jasa konstruksi berupa jasa pelaksanaan konstruksi (kualifikasi usaha kecil).
    • Jasa konstruksi berupa jasa pelaksanaan konstruksi (kualifikasi usaha menengah dan besar).
    • Jasa konstruksi berupa jasa pelaksanaan konstruksi (tanpa kualifikasi usaha).
    • Pekerjaan konstruksi terintegrasi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang memiliki sertifikat badan usaha.
    • Pekerjaan konstruksi terintegrasi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang tidak memiliki sertifikat badan usaha.
    • Jasa konsultansi konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang memiliki sertifikat badan usaha atau sertifikat kompetensi kerja untuk usaha orang perseorangan.
    • Jasa konsultansi konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa yang tidak memiliki sertifikat badan usaha atau sertifikat kompetensi kerja untuk usaha orang perseorangan.
  • Saham
    • Transaksi penjualan saham di bursa efek (bukan saham pendiri).
    • Transaksi penjualan saham di bursa efek (saham pendiri).
  • Tanah, Bangunan, Rumah
    • Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
    • Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada Pemerintah, BUMN yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah, atau BUMD yang mendapat penugasan khusus dari Kepala Daerah, sesuai Undang-Undang mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
    • Sewa atas tanah dan/atau bangunan.
    • Wajib pajak yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan (termasuk real estate).
  • Transaksi Derivatif
  • UMKM
    • Transaksi dengan wajib pajak yang menggunakan tarif Peraturan pemerintah Nomor 23 Tahun 2018.

Baca juga: 4 Jenis Tarif Pajak Penghasilan di Indonesia

Tarif PPh Pasal 4 Ayat 2

Tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 Ayat 2 di Indonesia bervariasi tergantung pada jenis penghasilan yang dikenakan pajak.

Objek PPh Pasal 4 Ayat 2Tarif
Bunga dan Diskonto dari Obligasi0% – 20%
Dividen10%
Hadiah25%
Jasa Konstruksi1,75% – 6%
Saham0,1% – 0,5%
Tanah, Bangunan, dan Rumah0% – 10%
Transaksi Derivatif2,5%
UMKM0,5%
Tabel Tarif PPh Pasal 4 Ayat 2

Untuk mengetahui detail tarif dari masing-masing objek pajak pada Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 Ayat 2, Anda dapat memanfaatkan kalkulator pajak yang disediakan oleh Rekkaa.

Kalkulator ini dirancang untuk memberikan kemudahan dalam melihat tarif pajak yang berlaku untuk berbagai jenis penghasilan serta melakukan simulasi perhitungan pajak yang cepat dan akurat.

Dengan memasukkan data yang diperlukan seperti jenis transaksi, kategori penghasilan, dan dasar pengenaan pajak, Anda dapat dengan mudah mendapatkan estimasi pajak yang harus dibayarkan. Coba kalkulator PPh Pasal 4 Ayat 2 di Rekkaa untuk informasi lebih lanjut dan mulai simulasi perhitungan pajak Anda.

Baca juga: Tarif Pajak Hiburan 2024 Naik, Apa Perbedaan dengan Tarif Sebelumnya?

Kategori: Artikel, PajakTag: jenis tarif pajak penghasilan, Pajak Konstruksi, Pajak Penghasilan, PPh, pph badan, PPh Pasal 4 Ayat 2, tarif pajak terbaru, tarif pajak umkm, tarif PPh Pasal 4 Ayat 2

Anda tertarik?

Hubungi kami untuk konsultasi

Whatsapp Konsultan

You May Also Be Interested In:

Solusi Efisiensi Bisnis Perusahaan yang Berkembang: Mengapa Sistem Operasional Menjadi Faktor Penting

Mengelola Pajak Bisnis Tidak Bisa Dilakukan Sendiri, Ketika Bisnis Bertumbuh

Bisnis Sudah Untung, Tapi Pajak Perusahaan Berantakan

Digital Accounting: Apakah Bisnis Anda Sudah Siap?

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi dan Dampaknya dalam Bisnis

Cash Flow Bisnis: Mengapa Pertumbuhan Bisnis Tidak Selalu Sejalan dengan Stabilitas Finansial

Pelaporan Pajak Perusahaan: Proses yang Terlihat Sederhana, Tapi Penuh Risiko

Mengapa Bisnis Membutuhkan Jasa Accounting Perusahaan

Financial Planning Bisnis: Cara Menyusun Perencanaan Keuangan agar Bisnis Tumbuh Terarah dan Stabil

Previous Post: «Apa Itu Biaya Promosi? Kok Bisa Mengurangi Pajak? Biaya Promosi Bisa Mengurangi Pajak?
Next Post: Mengapa Tax Avoidance Boleh, Tetapi Tax Evasion Tidak? Mengapa Tax Avoidance Boleh, Tetapi Tax Evasion Tidak?»

Sidebar Utama

Artikel Terbaru

Laporan keuangan sederhana bagi UMKM dan perpajakan UMKM

LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PERPAJAKAN BAGI UMKM 

Pendahuluan Laporan keuangan sederhana untuk UMKM adalah …

Sanksi atau konsekuensi tidak mengikuti program pengungkapan sukarela atau tax amnesty

Sanksi atau Konsekuensi Tidak Mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS / Tax Amnesty Jilid II)

Apa sanksi atau konsekuensi jika tidak mengikuti Program …

Fungsi dan Manfaat Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Manfaat dan Fungsi Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Kita perlu mengetahui untuk membuat laporan keuangan Anda tidak …

Kiat-kiat Dalam Penyusunan SPT Tahunan Badan

PENDAHULUAN Tanggal 31 April 2022 adalah batas akhir …

Solusi Efisiensi Bisnis Perusahaan yang Berkembang: Mengapa Sistem Operasional Menjadi Faktor Penting

EfDi fase awal membangun bisnis, banyak hal masih terasa …

Mengelola Pajak Bisnis Tidak Bisa Dilakukan Sendiri, Ketika Bisnis Bertumbuh

Di tahap awal membangun bisnis, banyak hal masih terasa …

Bisnis Sudah Untung, Tapi Pajak Perusahaan Berantakan

Di banyak bisnis yang sedang berkembang, peningkatan penjualan …

Digital Accounting: Apakah Bisnis Anda Sudah Siap?

Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, digital accounting …

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi dan Dampaknya dalam Bisnis

Pendahuluan Kesalahan payroll sering terjadi dalam banyak …

Footer

Adalah layanan jasa profesional di bidang Akuntansi, Perpajakan, dan Payroll untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga skala besar, maupun perorangan. 

Services

  • Tax
  • Accounting
  • Payroll
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Informasi

  • Artikel
  • Events
  • Karir
  • FAQ

Kantor


PT RUHIKA FUSTA NUSANTARA

hello@rekkaa.com
+62 815 990 1111

Menara 165, 4th Floor
Jl. TB Simatupang Kav 1 RT/RW 009/003
Pasar Minggu
Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Site Footer

Rekkaa Made with

© 2021–2026