• SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

Mobile Menu

WHATSAPP

Konsultasi Gratis Sekarang!

HUBUNGI

  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube
  • Menu
  • Skip to right header navigation
  • Skip to main content
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer

Before Header

Layanan Konsultasi:    Hubungi

  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Rekkaa

Konsultan Bisnis Manajemen

  • SERVICES
    • TAX
    • ACCOUNTING
    • PAYROLL
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • KLIEN & PARTNER KAMI
  • INFORMASI
    • ARTIKEL
    • EVENTS
    • DAFTAR KPP
    • KARIR
    • FAQ
  • KALKULATOR
    • PPH 21 KARYAWAN
    • PPH 21 NON KARYAWAN
    • PPH 4 AYAT 2
  • Daftar
  • CARI

MASALAH KEUANGAN UMKM YANG SERING TERJADI, APA SOLUSINYA?

Beranda » Artikel » MASALAH KEUANGAN UMKM YANG SERING TERJADI, APA SOLUSINYA?

MASALAH KEUANGAN UMKM - Artikel Banner Rekkaa
MASALAH KEUANGAN UMKM - Artikel Banner Rekkaa

Agustus 7, 2024 //  by admin

Bagikan artikel

Banyak orang mengira membuka usaha adalah hal yang paling berat dalam berwirausaha, mereka harus mencari produk dan pemasok bahan baku, memikirkan strategi pemasaran, menentukan harga yang bersaing di pasar, belum lagi mencari pelanggan.

Ya, membuka usaha memang tidaklah mudah! 

Tapi sebenarnya, yang tersulit adalah mengelola usaha agar tetap sustain, mulai dari masalah kesiapan produk, sumber daya manusia, sampai dengan masalah keuangan. 

Pengelolaan Keuangan merupakan kunci utama kegiatan operasional suatu UMKM. Pengelolaan keuangan bukan hanya sekedar catatan akuntansi keuangan melainkan bagian terpenting dalam proses perencanaan, pengelolaan dalam kegiatan bisnis.

Dalam pelaksanaannya, pengelolaan keuangan merupakan aktivitas yang muncul dalam rangka menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. Dengan demikian akan lebih baik jika UMKM mencatat laporan keuangan lebih lengkap, sehingga akan lebih mudah bagi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan perusahaan serta  membantu untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan efektif.

Sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia menjalankan kegiatan bisnisnya tanpa adanya sistem pencatatan keuangan yang rinci, banyak dari mereka yang merasa kesulitan dalam menerapkan sistem manajemen keuangan dalam usaha mereka sehingga mereka hanya melakukan pencatatan keuangan seadanya.

Kurangnya pengetahuan mengenai manajemen keuangan yang tentunya dapat menjadi hambatan bagi pemilik UMKM dalam mengelola perkembangan usahanya.

Melalui artikel kali ini, REKKAA akan membahas mengenai masalah yang sering terjadi oleh para pelaku UMKM. Mari kita simak!

APA SAJA MASALAH YANG SERING TERJADI?

  1. Pencatatan Keuangan yang Tidak Jelas 

Seringkah kita tidak sempat atau bahkan menunda-nunda untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha. 

Padahal, banyak sekali loh manfaat yang bisa didapatkan dari mencatat aktivitas transaksi UMKM secara rutin. Kita dapat mengetahui hal-hal berikut: 

  1. Besaran biaya operasional 
  2. Komponen biaya operasional/produksi yang masih dapat ditekan demi mendapat margin lebih 
  3. Besaran keuntungan dari setiap produk yang ditawarkan 

Selain mencatat pemasukkan dan pengeluaran usaha, jangan lupa juga untuk mencatat harta dan utang usaha.

2. Tidak Ada Pemisahan Rekening Usaha dan Rekening Pribadi 

Bagi yang setuju kita sering tidak sempat atau menunda-nunda mencatat transaksi keuangan, kemungkinan besar kita juga mengalami masalah nomor 2 ini. Betul tidak?

Karena banyak pemilik UMKM yang tidak menerapkan hal ini. Alhasil, catatan keuangan tidak teratur, pengelolaan keuangan usaha maupun pribadi pun semakin sulit dilakukan. Yang paling mengkhawatirkan adalah jika anggaran rumah tangga sampai terpakai untuk biaya operasional usaha. 

Siapa sangka, hanya dengan memisahkan rekening usaha dan rekening pribadi, kita dapat mempermudah pencatatan keuangan loh. 

3. Tidak Menyisihkan Keuntungan 

Saat kita memulai bisnis, pastinya kita optimis mendapatkan keuntungan. Memang, keuntungan adalah bahan bakar dari keberlangsungan suatu bisnis agar dapat berputar dan berkembang. 

Tapi sebenarnya, mendapat keuntungan saja belum cukup untuk menjaga keberlangsungan UMKM loh, mengelola keuntungan adalah kuncinya.

Keuntungan, sebaiknya disisihkan sebagian untuk dana darurat usaha, tabungan modal untuk pengembangan usaha, barulah kemudian untuk penghasilan pemilik UMKM. Ya, kita gak salah kok! UMKM pun membutuhkan dana darurat.

4. Arus Kas Tidak Lancar 

Sama halnya seperti keuangan pribadi, keuangan UMKM juga tidak boleh besar pasak daripada tiang. Artinya, kita wajib memperhatikan arus kas pengeluaran dan pemasukan UMKM setiap bulannya. 

Masalahnya, dalam transaksi jual beli, seringkali timing pembayaran dari pembeli tidak secepat timing pengeluaran usaha. Biasanya, UMKM dengan delivery produk yang rumit akan membutuhkan waktu pengadaan/pembuatan yang relatif lebih lama.

Tidak seperti penjual retail yang sudah menyediakan stok barang siap jual, UMKM dengan bisnis model demikian harus menyiapkan kas untuk menutup biaya produksi di kala PO (purchase order) menumpuk. 

Belum lagi kalau ada pembeli yang menunggak pelunasan dan mengacaukan planning keuangan UMKM.  

5. Tidak ada Rencana Anggaran 

Jika kita tidak merencanakan anggaran belanja, kemungkinan besar kita akan mengalami kesulitan dalam mengatur arus kas, terutama saat harga barang-barang modal produksi mengalami kenaikan.  

Untuk itu, usahakan membuat anggaran belanja secara rutin baik setiap bulan, semester ataupun setiap tahun, menyesuaikan dengan jenis usaha kita. 

6. Kurang Modal untuk Pengembangan Bisnis  

Kurang modal adalah salah satu masalah paling klasik pada UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Faktor utama penyebab 74% UMKM ini tidak memiliki akses permodalan adalah kurangnya informasi dan persyaratan yang sulit. 

7. Belum Memiliki Izin Resmi 

Memiliki izin usaha resmi penting loh! 

Dengan mengantongi izin usaha yang resmi, kita memiliki akses permodalan dengan plafon yang lebih besar, jika dibutuhkan di kemudian hari. Bahkan, memiliki izin usaha adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM dari pemerintah bahkan mempermudah dengan pihak-pihak seperti bank. 

8. Pengelolaan Utang 

Terakhir, utang adalah salah satu ancaman terbesar dalam mengelola keuangan UMKM. 

Bagai pisau bermata dua, utang produktif dapat mempercepat pemilik UMKM untuk melakukan pengembangan bisnis, namun tanpa kehati-hatian dapat pula menjerumuskan pemilik usaha. Pertahankan agar rasio utang terhadap aset di bawah 50% dan rasio utang terhadap pendapatan di bawah 30%.

LALU BAGAIMANA SOLUSINYA?

Pengelolaan keuangan merupakan faktor penting dalam menjalankan bisnis para pelaku UMKM di Indonesia dikarenakan memiliki pengaruh dalam aktivitas keuangan. Salah satu usaha dalam mengelola keuangan yang baik adalah dengan membuat laporan keuangan sesuai prinsip keuangan yang berlaku secara umum (PABU) .

Dengan adanya laporan keuangan dan manajemen kas yang baik diharapkan perusahaan dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan dan tentunya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan untuk menentukan langkah-langkah yang dapat menjadi tahap pengembangan usahanya menjadi lebih baik, maju, dan sehat.

UMKM belum menerapkan sistem pencatatan laporan keuangan dengan baik sehingga untuk mengetahui jumlah keluar masuknya kas  tidak hanya sebatas perkiraan yang dilakukan oleh pemilik.

Pemisahan antara aset pribadi dan perusahaan harus dilakukan, keterbatasan sumber daya yang ada segera dipenuhi, serta keterampilan tata kelola keuangan harus dimiliki oleh pemilik UMKM agar pengelolaan keuangan berjalan dengan baik.

Solusi lain agar pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik, maka sebaiknya para pelaku UMKM mencari jasa profesional yang dapat membantu memberikan solusi dalam hal penyusunan Laporan Keuangan, dengan mengumpulkan semua data keuangan dan data pendukung yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan, melakukan pencatatan semua transaksi yang terjadi setiap harinya, yang berkaitan dengan kegiatan keuangan perusahaan baik pembelian maupun pendapatan.

Selain itu, juga harus membuat laporan rutin setiap satu bulan satu kali, dengan tujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam waktu satu bulan, sehingga kebijakan yang akan dilakukan tepat, membuat rencana arus kas setiap bulannya guna mempermudah tercapainya pengelolaan keuangan yang baik dan memisahkan aset pribadi dengan aset perusahaan.

KESIMPULAN

Dengan adanya masalah yang sering terjadi oleh para pelaku UMKM di Indonesia terutama dalam hal laporan keuangan dikarenakan minimnya pengetahuan para pelaku usaha untuk dapat membuat penyusunan laporan keuangan yang tepat dan benar. 

Maka disini REKKAA bisa menjadi solusi terbaik buat teman-teman para pelaku usaha UMKM untuk memberikan solusi terbaik. 

Kategori: Akunting, ArtikelTag: akuntansi untuk umkm, Laporan Keuangan, laporan keuangan umkm, Laporan sederhana umkm, Masalah keuangan umkm, umkm

Anda tertarik?

Hubungi kami untuk konsultasi

Whatsapp Konsultan

You May Also Be Interested In:

Bisnis Sudah Untung, Tapi Pajak Perusahaan Berantakan

Digital Accounting: Apakah Bisnis Anda Sudah Siap?

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi dan Dampaknya dalam Bisnis

Cash Flow Bisnis: Mengapa Pertumbuhan Bisnis Tidak Selalu Sejalan dengan Stabilitas Finansial

Pelaporan Pajak Perusahaan: Proses yang Terlihat Sederhana, Tapi Penuh Risiko

Mengapa Bisnis Membutuhkan Jasa Accounting Perusahaan

Financial Planning Bisnis: Cara Menyusun Perencanaan Keuangan agar Bisnis Tumbuh Terarah dan Stabil

Cash Flow Bisnis: Cara Mengelola Arus Kas agar Bisnis Tetap Stabil dan Tidak Kehabisan Uang

Manajemen Keuangan Bisnis yang Efektif: Cara Mengelola Keuangan agar Bisnis Tumbuh dan Stabil

Previous Post: «Manfaat Payroll bagi UMKM - Artikel Banner Rekkaa PENTINGNYA DAN MANFAAT PAYROLL BAGI UMKM
Next Post: MANFAAT SLIP GAJI BAGI KARYAWAN Manfaat Slip Gaji - Artikel Banner Rekkaa»

Sidebar Utama

Artikel Terbaru

Laporan keuangan sederhana bagi UMKM dan perpajakan UMKM

LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PERPAJAKAN BAGI UMKM 

Pendahuluan Laporan keuangan sederhana untuk UMKM adalah …

Sanksi atau konsekuensi tidak mengikuti program pengungkapan sukarela atau tax amnesty

Sanksi atau Konsekuensi Tidak Mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS / Tax Amnesty Jilid II)

Apa sanksi atau konsekuensi jika tidak mengikuti Program …

Fungsi dan Manfaat Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Manfaat dan Fungsi Laporan Keuangan Sederhana bagi UMKM

Kita perlu mengetahui untuk membuat laporan keuangan Anda tidak …

Kiat-kiat Dalam Penyusunan SPT Tahunan Badan

PENDAHULUAN Tanggal 31 April 2022 adalah batas akhir …

Bisnis Sudah Untung, Tapi Pajak Perusahaan Berantakan

Di banyak bisnis yang sedang berkembang, peningkatan penjualan …

Digital Accounting: Apakah Bisnis Anda Sudah Siap?

Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, digital accounting …

Kesalahan Payroll yang Sering Terjadi dan Dampaknya dalam Bisnis

Pendahuluan Kesalahan payroll sering terjadi dalam banyak …

Cash Flow Bisnis: Mengapa Pertumbuhan Bisnis Tidak Selalu Sejalan dengan Stabilitas Finansial

Pendahuluan Cash flow bisnis dalam bisnis, pertumbuhan …

Pelaporan Pajak Perusahaan: Proses yang Terlihat Sederhana, Tapi Penuh Risiko

Pendahuluan Di banyak bisnis, pelaporan pajak perusahaan …

Footer

Adalah layanan jasa profesional di bidang Akuntansi, Perpajakan, dan Payroll untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga skala besar, maupun perorangan. 

Services

  • Tax
  • Accounting
  • Payroll
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

Informasi

  • Artikel
  • Events
  • Karir
  • FAQ

Kantor


PT RUHIKA FUSTA NUSANTARA

hello@rekkaa.com
+62 815 990 1111

Menara 165, 4th Floor
Jl. TB Simatupang Kav 1 RT/RW 009/003
Pasar Minggu
Kota Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12560

Site Footer

Rekkaa Made with

© 2021–2026